Puyuh dan Kefir

Tahun 2014, Telur Puyuh Bergaya, Nyaris Sepanjang Tahun.

Tahun 2014 ini, sejak Januari 2014 nyaris telur puyuh berada di atas angin.  Harganya selalu relatif tinggi.  Tentu saja para peternak senang, karena permintaan yang tinggi nyaris berjalan sepanjang tahun.  Awal 2014, Harga di kandang 19500/kg, kemudian naik terus menerus sampai hari Idul Adha kemarin (akhir Sept 2014), masih bertengger di harga 23-24 rb.  Berbeda dengan fluktuasi telor ayam merah (horn/telor ayam negeri) yang berfluktuasi, tapi berada di rata-rata bawah, telur puyuh nyaris menjadi primadona.

Tentu saja ini menarik bagi peternak, baik pemula maupun yang sudah pengalaman.  Yang sudah punya ternak, akan menunda pengapkiran puyuhnya karena sampai batas tertentu, profit masih dihasilkan. Sedangkan pemula, tertarik dan mempertimbangkan untuk beternak puyuh, mengingat hitungan kasar, hasilnya menggiurkan.

Saat harga telur puyuh lagi berjaya selama beberapa bulan terakhir ini, nyaris permintaan untuk telur tetas, doq (day old quail), dan pullet setiap hari saya terima via sms atau telepon.  Wah, kalau saya teruskan memelihara doq dan pullet, saya tentu akan menangguk untung besar.  Namun, setelah beberapa bulan saya sibuk menjalani sebagai agen telur puyuh, tak mungkin rasanya meneruskan menyiapkan doq dan pullet dari pemesan.  Saya serahkan pengelolaan ke pihak ketiga, dan hanya sanggup melayani kurang dari seperempat kurang dari permintaan.

Kalau harga tinggi, asumsinya tentu beternak puyuh sangatlah menggiurkan.  Dari beberapa rekan yang sengaja datang atau hanya sekedar bertanya/menelepon, saya memberikan jawaban rata-rata seperti berikut :

  • Silahkan baca analisis dari yang sukses dan yang gagal dalam beternak puyuh.  Analisis sederhana, bisa dilihat dari Puyuh Jaya.  Paling tidak ada gambaran awal, berapa potensi keuntungan yang didapat dibandingkan rasio modal yang harus dikeluarkan.   Bandingkan dengan pengalaman Anda yang lain, apakah ada bisnis lain yang telah Anda kenali yang lebih menarik.  Jika ada, tetaplah pada jalur yang sudah dimiliki.  Kalau sudah sebagai peternak, tidak ada salahnya mencoba.  Tapi, kalau modal pas-pasan.  Pertimbangkan seksama, jangan terlalu mudah berinvestasi kalau masih ada yang lebih menarik.  Kalaupun ingin tetap di ternak, perbanyak bertemu dengan peternak yang sudah berpengalaman di sekitar Anda.  Masukkan mereka membantu.  Contoh sederhananya, ada yang tertarik beternak, tapi mencari sumber pakan saja kesulitan.  Ini tentu saja masalah.  Biaya kirim pakan ke lokasi peternakan, kebutuhan obat-obatan dan lain-lain bisa menjadi persoalan tersendiri yang tidak mudah dipecahkan.  Kalaupun teratasi, biaya bisa meningkat kurang terkendali.
  • Dalam analisis perhitungan, kita sering mengasumsikan harga telur puyuh pada harga yang baik (relatif tinggi).  Pertimbangkan, bagaimana kalau harga telur puyuh hanya cukup untuk membayar pakan saja.  Pada beberapa bulan tertentu, harga telur puyuh bisa jatuh.  Misalnya saat ini.  Jika awal Oktober 2004 harga di tingkat peternak masih bisa dijual harga 24 rb, sekarang di pertengahan Oktober, harga 21 rb saja susah dijualnya, padahal perkiraan biaya titik pulang pokok ada di sekitar harga 21 rb.  Peternak harus segera mengapkir yang tidak produktif, karena burung puyuh tetap makan, sedang hasilnya hanya tepuk lalat.  Tentu kondisi ini tidak selamanya berlangsung.  Selalu ada masa-masa emas, dan ada masanya kemarau panjang.  Selisih 3000 rupiah per kg dalam jangka sebulan saja, kalau hasil ternak 100 kg sehari, maka kehilangan hampir 3000 rupiah per hari atau setidaknya 9 juta sebulan.  Jelas, untuk peternak mandiri kecil, angka ini sangat signifikan.

Dengan harga puyuh yang sedang melorot ini, sebanding pula dengan menurunnya minat untuk beternak puyuh.  Telepon dan sms untuk bertanya tentang pullet dan telur tetas menyusut drastis pula.  Artinya, hitung-hitungan calon peternak, mulai berpikir-pikir lagi, apakah masih menggiurkan beternak.

Mengapa Harga Telur Puyuh Turun ?

Sampai sekarang, terus terang saja, saya tidak pernah tahu persis apa penyebab naiknya telur puyuh dan jatuh bebasnya harga telur puyuh (begitu juga horn).  Tentu jawaban utamanya ketika permintaan rendah, ketersediaan tinggi.  Jawaban ini terlalu klasik dan general.  Kita perlu mengetahui jawaban kongkritnya.  Tapi juga tidak mudah.  Berikut ini kira-kira yang sebagian saya pahami.  Silahkan tambahkan kalau kurang atau tidak tepat :

  • Pada saat kegiatan pesta pernikahan tinggi atau menjelang hari raya, permintaan telur puyuh meningkat. Sop telur puyuh, dan kebutuhan masakan meningkat.  Kegiatan ini mendorong meningkatnya permintaan.
  • Kebutuhan telur puyuh antar daerah mempengaruhi ketersediaan pasokan. Sebagian hasil ternak puyuh disalurkan ke Indonesia Timur, Bali, NTT, Kalimantan.  Kalau cuaca kurang baik, ombak besar, atau jalur lalu lintas antar pulau terhambat, maka saluran ke luar pulau tersendat.  Akibatnya, pengepul atau bandar akan menjual ke wilayah yang lebih mudah. Sasarannya lebih ke Jawa Barat, Jakarta, Banten dan sebagian ke Sumatera. Akibatnya, supply di Jawa meningkat dan ke luar pulau terhambat.  Harga di Jawa dipengaruhi oleh distribusi ke luar pulau.  Dengan begitu, harga di Jawa menurun drastis.  Demikian juga dengan komoditi lainnya.
  • Penyakit, flu burung dapat menyebabkan populasi menurun drastis.  Ini menyebabkan populasi dan produktifitas bertelur turun.  Harga cenderung meningkat.

Ketika Harga Turun.

Kalau harga turun (September – Desember), tentu yang terbaik adalah mengurangi atau tidak produksi.  Untuk apa berproduksi kalau hasilnya tidak cukup profitabe.  Untuk yang sudah pengalaman, lebih baik waktu digunakan untuk mengosongkan kandang, mengapkir, dan sekaligus meremajakan burung puyuhnya dengan sebaik-baiknya sampai waktu untuk meningkatkan produksi dapat berjalan dengan baik. Memiliki siklus data tahunan harga telur, meskipun belum tentu akurat terhadap kekinian ada baiknya.  Seperti juga peternak ayam petelur, mengetahui kapan terbaik berinvestasi dan kapan memetik hasil dan menurunkan nilai investasi diperlukan untuk optimalisasi hasil.  Berbeda dengan ayam petelur yang membutuhkan waktu 6 bulan dari umur satu hari sampai bertelur, untuk puyuh hanya butuh waktu 2 bulan.

Jangan biarkan puyuh petelur menghasilkan produktifitas kurang dari 70%.  Begitu kurang dan tidak menguntungkan, sedang kita yakin tidak ada kesalahan pengelolaan, tidak ada kesalahan pakan, segera saja apkir.  Kalau tidak punya saluran apkir, ya tidak ada salahnya dimasak dan dijual daging puyuhnya.

Biasakan menabung ketika harga sedang tinggi dan kita bisa menyimpan lebihnya.  Jika diperlukan, tabungan dibuka untuk keperluan produktif.  Jadi saat sulit, kita tidak kedodoran dan saat untungnya baik, kita tidak berboros ria.  Peternak kecil, jangan bermimpi hidup mewah.  Biasa saja deh.  Yang penting tidak utang sana sini saat susah karena saat untungnya baik diboroskan.

Pertimbangkan kreatifitas untuk memberi nilai tambah pada produk kita.  Misalnya menjual sate telur, jual daging puyuh apkir ke resto atau warung dekat kita.  Nilai-nilai tambah yang dihasilkan bisa meminimakan resiko.  Bisa juga membuat telur asin puyuh, dan kreatifitas lain yang memungkinkan.

Pahami Saluran Distribusi dan Pemasaran.

Pahami juga, walau Anda tidak bisa dan merasa tidak bisa berdagang, tapi kalau telur puyuhnya diterima dengan, misalnya harga 20 rb, sedang di pasaran kota lain harganya 27-30 ribu, lalu Anda merasa dirugikan, karena penjual untungnya bisa 7 ribu rupiah?. Nggak juga !.  Ada sejumlah komponen terlibat sampai ke tangan konsumen akhir, tergantung dari pola salurannya.  Ada pengepul kecil (loper), Ada bandar (pengepul besar), ada pengiriman (ekspedisi) yang mengirimkan ke agen luar kota, lalu ada tenaga pemasaran dan pengirim ke pasar atau pelanggan, lalu pasar menjual ke konsumen.  Jadi, setidaknya ada 5 saluran sebelum sampai ke tangan konsumen.  Setiap saluran tentu saja harus mengambil laba memadai agar usahanya bisa berjalan baik.

Peternak adalah pedagang juga.

Peternak tentu ingin untung dari setiap usahanya.  Apa saja yang dihasilkan ternaknya, bisa dijua, mulai dari kotorannya sampai ke puyuh apkirnya dan tentu saja telurnya.  Ini adalah catatan pengalaman saya sebagai penjual yang mungkin tidak diketahui oleh peternak.

  • Sebagai pedagang telur puyuh, ada keinginan untuk memuaskan pembeli.  Komplain pembeli karena telurnya pecah dan membusuk dalam tempat penyimpanan trey adalah hal yang paling menakutkan.  Pedagang/penyalur bisa kena komplain dan pembeli bisa membatalkan atau membeli pada pedagang lain.
  • Jangan peternak menjual telur hanya agar bisa terjual belaka.  Pahami bahwa konsumen tidak ingin telur yang gedenya segede telur cecak dimasukkan, telor yang coklat kehitaman dengan kerabang tipis masuk untuk dijual.  Telur-telur tidak layak jual dan disebarkan dalam trey ikatan yang dijual kerap harus diganti oleh agen dengan telur fresh dan normal.  Si agen terpaksa harus membuka ikatan trey dan membuang yang tidak sesuai.  Ini pekerjaan yang melelahkan dan menyita waktu.  Saya sudah hafal, peternak mana yang perduli permintaan ini dan yang tidak perduli.  Kalau yang perduli, saya terima dengan harga lebih mahal nggak apa-apa.  Kepuasan konsumen itu penting.  Kadang saya harus berpesan pada pengepul : “Kalau bisa, peternak itu pisahkan saja yang jelek dan kecil pada satu trey tersendiri dan tetap akan sy beli dengan harga wajar”.  Tapi kalau diselipkan di sana-sini, ini menyusahkan penerima berikutnya.
  • Pusing dan merugikan kan, kalau belanja 100 ikat telur puyuh (1 ton) sampai 2-3 ikat harus diganti.  Padahal dari 1 ton, paling untungnya 1-2 ikat.  Kalau sudah begini, saya ogah ambil dari pengepul atau peternak yang begini.  Lebih baik cari yang lebih mahal dikit, tapi kontrol kualitas dilaksanakan dengan baik.

Itulah sedikit catatan.  Mudah-mudahan ada manfaatnya.

Salam Sukses Beternak Puyuh.

This entry was published on October 18, 2014 at 4:54 am and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

One thought on “Tahun 2014, Telur Puyuh Bergaya, Nyaris Sepanjang Tahun.

  1. Skrg puyuh harga brp pak? Posisi sy d serang banten rata2 kebutuhan sy 1-2ton/minggu, hp 081325147447

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: