Puyuh dan Kefir

Membuat Pakan Ayam Petelur Sendiri

Membuat pakan ayam sendiri jelas memusingkan, saya sudah berkali-kali mencoba.  Kadang berhasil, kadang turun lagi.  Apalagi cara pembuatannya hanya feeling saja.  Tanpa metoda yang jelas.  Namun, mempertimbangkan harga pakan lumayan menggigit, saya coba lagi dengan membeli konsentrat (Customix) yang harga eceran saya dapatkan Rp 325 ribu/50 Kg atau Rp 6500/Kg.

Kata Poultry Shop langganan, cukup dicampur 50% dedak dan 50% jagung saja.Dengan komposisi ini dan harga dedak Rp 2000/Kg serta harga jagung giling Rp 4100 maka harga per Kg menjadi Rp 4775 per Kg atau Rp 238.750,- .  Harga ini, nyaris sama saja dengan harga pakan layer petelur yang berkisar Rp 235 – 245 ribu per Karung.

Lha, kalau begini ceritanya, untuk apa pula pakai konsentrat.  Kan beli layer petelur saja sama saja harganya.  Beli layer lebih praktis, tidak perlu cari dedak lagi, tidak perlu pula cari-cari jagung giling yang kerap ukurannya tidak menentu, kadang ada yang mencampur dengan bonggol jagung sehingga kualitasnya tidak bisa diandalkan.

Pakan Untuk 105 ekor ayam.

Saya memang hanya peternak super kecil saja.  Hanya punya 105 ekor.  Lima puluh delapan ekor usia produktif, dan 47 ekor usia uzur yang total harian produksinya berkisar 75 – 85 butir per hari.  Namun, seperti yang disampaikan oleh Limbah dan Ternak, uji coba diperlukan untuk setidaknya dapat meningkatkan pendapatan, meskipun hanya seribu atau belasan ribu saja.

Untuk ke 105 ekor ayam ini, saya biasa memberikan pakan 13 Kg per hari.  Pagi diberikan 6 Kg dan sore (jam 3 sore) 7 Kg per hari.  Dengan begitu, jatah per hari ayam rata-rata kurang lebih 130 gram.

Mungkinkah menggantikan pakan pabrik?.

Kalau mungkin sih mungkin saja.  Tapi produktifitasnya bagaimana?.  Pakan pabrik jelas tidak mudah disaingi.  Mereka punya segala apa yang peternak tidak punya.  Akses ke sumber pakan yang murah, riset yang berkelanjutan, pemasaran yang kuat, dan lain-lain.  Sedang peternak tradisional tidak memiliki akses dan mendapatkan harga yang paling minimum untuk membiayai ternaknya.  Jadi, pilihan untuk membuat pakan sendiri, walaupun sebuah pilihan, bukanlah pilihan yang mudah.  Namun, seperti umumnya peternak kecil lainnya, mengoplos pakan pabrik dengan pakan sendiri, atau mengotak-atik campuran pakan sudah menjadi kebiasaan yang tak mudah dihilangkan.

Otak Atik Konsentrat Ayam Petelur dan Hasilnya.

Dengan semangat menambah pendapatan biar hanya belasan ribu rupiah ( duh, dibanding dengan korupsi bangsa ini, usaha yang dilakukan ini sungguh tak masuk akal), saya mencoba secara bertahap mengotak-atik pakan dengan hasil seperti berikut :

Konversi Pakan Customix dan Campuran Sendiri1Yang dilakukan adalah 5 kombinasi (kolom 1 sampai kolom 5) pencampuran seperti pada tabel di atas.  Hasil yang dicapai adalah (lanjutan dari tabel sebelumnya) dengan harga per 15 Juni 2013 :

Konversi Pakan Customix dan Campuran Sendiri3
Warna kuning adalah harga per Kg.  Hasil jumlah telur adalah rata-rata dalam 5 hari.  Setiap 5 hari,  komposisi pakan diganti sesuai dengan tabel di atas.  Jadi 5 kolom di atas adalah 5 x 5 hari = 25 hari kalender.

Dari tabel resume di atas, diperoleh :

Pencampuran konsentrat 50% dengan dedak 25% dan jagung giling 25%, harga per kg menjadi Rp 4775,-.  Nyaris sama dengan harga layer yang biasa saya beli.  Dengan posisi ini, keuntungan kotor yang diperoleh kurang lebih Rp 17 ribu per hari pada hitungan harga telur Rp 17.000,-/Kg.  Pada pencampuran terakhir, konsentrat 0%, dedak 43%, Jagung giling 43%, harga per Kg menjadi Rp 3700/Kg dan keuntungan kotor meningkat menjadi Rp 41 ribu per hari.  Kenaikan ini, relatif cukup siginifikan.

Bahan yang dipakai : Kepala pindang yang diperoleh sebagai limbah pasar yang dibeli dengan harga Rp 1500/Kg, yang kemudian digiling dengan mesin giling daging, Setelah kering dan digiling halus, diasumsikan harganya menjadi Rp 7500/Kg.

Demikian juga dengan kulit telur yang bisa didapat gratis dari sisa buangan pasar atau dari distributor telur, atau pembuat kue.  Diasumsikan harganya Rp 1500/Kg.  Untuk tepung daun, saya gunakan daun ketela pohon yang dibeli Rp 750,-/Kg yang juga digiling dengan mesin giling daging.  Karena males memetik daunnya saja, setiap menggiling daun ketela pohon, tangkai daunnyapun ikut digiling.  Setelah digiling, lalu dicampur dengan 2 ml probiotik per kilogramnya dan dicampurkan ke pakan saat akan diberikan ke ayam dalam satu hari.

Untuk vitamin/egg stimulant, beli ke poultry shop.  Harganya Rp 9000 per 100 gram.  Vitamin/egg stimulant dicampurkan ke pakan dengan ukuran 0,2 gram per Kg ayam/hari.  Dengan perkiraan berat total ayam 105 ekor = 150 Kg, maka 150 x 0,2 gram = 30 gram/hari yang dicampurkan pada 13 Kg pakan.  Saya tidak mencampurkan ke dalam minuman ayam, karena sistem perairan minum ayam tidak memakai galon, tapi mengalir dari tempat penyimpan air.  Jadi agak sulit kalau dicampurkan ke minuman.  Untuk praktisnya,saya campurkan saja ke pakan.

Konversi Pakan – Telur.

Saya belum tahu (belum periksa) dan memang belum tahu, berapa standar yang terbaik untuk pakan ayam petelur dan hasilnya.  Namun, dari uji coba dengan 14 Kg pakan per hari, diperoleh telur rata-rata 5 Kg lebih.  Konversi pada konsentrat 50% (kolom 1) adalah 2,63 atau artinya 2,63 Kg pakan menghasilkan 1 Kg telur.  Pada komposisi ke lima berhasil melakukan penghematan menjadi 2,38 Kg pakan menghasilkan 1 Kg telur.

Penambahan telur sebenarnya tidak terlau berarti, yang lebih berarti adalah berubahnya bobot telur dari rata-rata per Kg berisi  16 butir, pada percobaan ke 5 menjadi rata-rata 15 butir.  Ukuran telur relatif lebih besar.

Hasil ini, meskipun belum optimum, tapi cukup menggembirakan.  Yah, lumayanlah ada tambahan dalam hitungan sekitar 3` ribu rupiah dari 105 ekor ayam petelur.  Andai saya punya sejuta ayam petelur… he…he…he…  Sudahlah, tak perlu bermimpi banyak.  Apa yang sudah didapat juga, selalu saja kita syukuri.  Alhamdulillah……

Kalau ada pembaca punya pengalaman lain, mari kita berbagi…..

This entry was published on June 26, 2013 at 1:31 pm. It’s filed under Ayam and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

54 thoughts on “Membuat Pakan Ayam Petelur Sendiri

  1. pak mau tanya. istilah konsentrat kok yang dipakai nama customiix. setahu saya dan sering saya pakai customix itu adalah sejenis premix bukan konsentrat.

    lalu kok penggunaannya sampai 50%, jika yg dimaksud customix adalah premix kok digunakan 50% juga ga mungkin, setahu saya kisaran yg dianjurkan ada yg 5kg/3 ton pakan, ada 100-250 gr / 1 ton pakan. tergantung pabrik.

    jika benar customix adalah sejenis konsentrat. dari pabrik mana barang tersebut dibuat.
    karena jika konsentrat biasanya pd konsentrat layer digunakan pada layer 30-35%, pada konsentrat grower biasa 35-40%, dan jika jenis konsentrat pedaging digunakan 35-40%.

    mohon pencerahan,thank

    • Customix adalah nama (merk/brand) dari konsentrat ayam petelur, buatan PT Cargil Indonesia. Memang akhiran namanya pakai mix, tapi bukan top mix atau premix

  2. ya. kalau ada pengalaman orang lain, alangkah baiknya didiskusikan.
    siapa tahu ada segi positif saling menambah ilmu. thank

    • Betul Bu, menuliskan pengalaman dan kebodohan yang terjadi tentunya untuk perbaikan di masa yad… Trims atas komentarnya.

  3. mas harga jagungnya kemahalan tuh disini cua 3500 paling mahal murni

    • Memang kemahalan. Sy biasa beli di Poultry Shop per Karung (50 Kg) per Sept Rp 180.000,- atau Rp 3600 per Kg. Kalau Eceran malah ada yang jual Rp 4000 – Rp 5000,-/Kg

  4. Mas bisa di aplikasikan buat puyuh petelur gk mas, ane mau coba nih tertarik dengan harganya yg murah, sampai sekarang mas masih menggunakannya gk

  5. Bagimana bisa beternak yg benar

    • tentu saja bisa, tentu dari yang telah berhasil menata keseluruhan manajemen peternakannya ya….

      • Nurofik on said:

        Mas bagaimana dgn bau dari tai ayam itu sendri, seNdainya kalau dibawah kandang ayam dikasih kolam lele bagaimana supaya tidak bau dan tentu saja hasil lelenya untuk beli pakan, bagaimana pendapatmu mas?

  6. Saya belum punya pengalaman ini. Tapi kata yang sudah-sudah, bisa juga, dengan catatan luas kandang yang jatuh ke kolam luasnya sepertiga dari luas kolam, agar jumlahnya tidak terlalu banyak. Soal bau, tergantung jumlah dari kohe-nya tentu. Namun, jika airnya mengalir, tentu lebih baik. Apalagi bersama kotoran yang jatuh ada juga pakan yang berjatuhan ke dalam air. Jika terlalu banyak kohe yang jatuh ke air, bisa jadi lele mabuk karena kohe basah mengandung protein dan sekaligus juga membentuk buangan amonia ke permukaan air. Kalau kolamnya terbuka kena sinar matahari, saya kira lebih baik karena akan mempercepat tumbuhnya bakteri. Lele makannya banyak, apa saja dimakan…..

  7. mashudi on said:

    ssipp aku suka>>>>>> jadi teobsesi terus dgn kewirausahaan, selain dah dpet gaji dari rakyat, bisa buat sampingan usaha Ayam petelur. semoga sukses yaAllah dan barokah.

  8. mashudi on said:

    dengan cuaca yg extrim ini, khususnya di pulau Madura, Sampang. ayam jadi agak stresss….. prod menurun, trus agak kecil kecil telore. pakan harga naik, harga telor tetep 14 rb per kg……………… coba peternak yg besar. angkatr hargae telor ke 18 rb aja, ndak usah 20 rb insyaAllah peternak kecil bisa jalan terus. SEMOGA SUKSES

    • cuaca ekstrim kerap memang menyebabkan lingkungan kandang memburuk, bau amoniak menyengat, kesehatan ayam kita menurun dan berujung pada turunnya produksi. Kalau turunnya drastis sih, saya biasanya pakai vitastress (intinya memperkuat stamina ternak), meningkatkan kebersihan sehingga tidak begitu lembab. Jika telurnya terlalu kecil-kecil, biasanya sy tambahkan grit (tepung tulang) 5-6% dari berat pakan. Pengalaman selama ini, ukuran telur menjadi relatif normal (sekilo 16-17 butir)…

  9. Mas mo tanya daun ketela tuh yg gimana ya
    terima kasih atas pencerahannya

    ahmad

    • Daun ketela pohon mengandung racun asam biru/HCN disamping mengandung itu juga mengandung linamarin. Asam biru mudah menguap, linamarin harus dimasak atau dipanaskan sekitar 5-10 menitan. Beberapa pakar menyarankan agar direndam air sehari, dua kali diganti, baru hari ketiga diberikan. Ini agar racunnya hilang.

  10. Permisi,. Numnya(numpang nanya) emangnya harga konsentrat 1kg berapa?

    • Tentu tergantung merek pabrikan. Jadi bisa berbeda-beda. Yang saya tahu, kisaran harganya bisa 350-450 ribu per 50 kg (per karung), jadi Rp 7000-9000,- kg. Kalau eceran, harganya bisa 10 ribu-12 ribu.. Lumayan menggigit dan nyaris bikin napas peternak kecil terengah-engah…..

  11. Articlenya bagus sekali, semoga dengan ini bisa bermanfaat buat peternak peternak lainnya. Kami menyediakan probiotik yang dapat membantu penyerapan nutrisi sekaligus menghidupkan plankton dan zooplankton di kolam, 081 226 339 79

    http://jualprobiotikternak.wordpress.com/probiotik_lele/

    http://probiotikpakanternak.wordpress.com/jual_obat-_ternak/

  12. Pak, dengan harga telur sekarang ini, sebenarnya saat yg tepat lho utk nambah ayam. Pengalaman saya, kalau masih ditangani sendiri, masih bisa tuh di 350 ekor. Lumayan, bisa profit 3 jutaan per-bulan

    • Ini angka yang hebat. Ayam harus bertelur setiap hari, tanpa jeda. Masih mungkin, tapi kalau dihitung biaya investasi awal untuk doc dan masa pemeliharaan 6 bulan sebelum masa bertelur, tentu angka ini akan menyusut drastis.

      • Numpang nanya om..
        saya baru belajar berternak.. nah saya tertarik dengan ternak ayam petelur.. apakah aharus di mulai dengan membesarkan DOC selama 6 bula kah atau ada yang jual Layer siap telur. kalu ada mohon infonya … terima kasih..

      • Tergantung pilihan mana, mau mulai memelihara dari DOC sampai nunggu 5-6 bulan lalu bertelur atau membeli pullet (siap bertelur, usia mulai dari 14 minggu – 18 minggu). Kalau ingin cepat menghasilkan, pilih yang siap bertelur. Tentu harganya jauh lebih mahal, karena resiko pemeliharaan dari DOC sampai remaja sudah diambil alih oleh pihak ketiga. Hitung-hitung saja pada kondisi harga yang ditemui, prosentase bertelur dan harganya. Jika sebanding, memilih pullet tidak ada salahnya). Pastikan semua sudah divaksin sesuai standar yang ditetapkan.

  13. jaya indah on said:

    cara agar ayam meningkat produksi telurnya gimana

    • Banyak faktor, usia ayam, kualitas ayam (mulai dari bentuk ayam, bentuk dada, lubang pengeluaran, dll). Tanyakan ke peternak yang sudah terampil atau dari sumber dari internet akan membantu. Kemudian, perhatikan kecukupan gizi pakannya. Kalau kecukupan gizi terpenuhi maka otomatis produksi telur akan baik. Penambahan obat perangsang telur akan membantu, antara lain kelompok antibiotik Bacitracin yang direkomendasikan untuk meningkatkan atau merangsang untuk bertelur atau juga menjadi lebih gemuk. Ada aturannya. Bisa tanyakan poultry shop langganan Anda.

      • nanya lagi om, misalkan memelihara dari DOC sampai siap telur, gimana tahapan pemberian pakan yang baik, tapi tidak mahal ??
        mohon berbagi ilmunya.. terima kasih..

  14. om mau tanya harga pullet /ekor brp ya sy ada rencana mau memelihara ??

  15. supartono on said:

    Saya memelihara ayam kampung puluhan ekor. Tapi Saya beberapa kali memelihara ayam petelur cokelat cuma beberapa ekor untuk dikonsumsi telurnya. Setelah afkir, sampai jual atau dikonsumsi sendiri. Selama ini, pakan yang diberikan, Saya buat sendiri dengan campuran tepung ikan 12%, STC (fementasi kedelai) 12%, bekatul jagung 46%, dan bekatul padi 30%. Campuran tersebut masih Saya tambah dengan Vitamin (Neobro), probiotik (Biofeed) serta susu untuk ternak secukupnya. Kandungan protein dari ransum tersebut berkisar 20% – 24% dengan harga ransum setara rata-rata Rp. 5.000,- per kilonya (fluktuatif harga pakan dasar) dan habis selama 1 1/2 hari untuk 10 ekor ayam petelur. Ayam yang Saya pelihara biasanya 100% bertelur dengan warna kulit telur cokelat agak tua (menarik) serta kuning telurnya agak kenyal dan tidak encer. Pakan racikan ini termasuk hemat karena kandungan bekatul jagungnya agak tinggi, yaitu 46%. Dengan kandungan bekatul yang tinggi menyebabkan ayam merasa kenyang dan mengkonsumsi pakan hanya sedikit. Bila ingin berbagi pengalaman, silahkan e-mail Saya di tonosmg@gmail.com. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua..

  16. edgasteven on said:

    terima kasih dengan adanya forum seperti ini dan saya ucapkan terima kasih juga
    kepada penyedia laman ini dan para pemberi saran dan masukannya kepada kita2 yang beternak,,saya tertarik kepada info mas supartono yang secara terang memberi tunjuk ajar bagaimana untuk membuat pakan sendiri untuk ayam petelur,,dan saya sebagai peternak sungguh2 terbeban dengan harga pakan sekarang ini yang melambung sangat tinggi,.kepada mas SUPARTONO insya allah akan saya hubungi di kampung apabila saya sudah berada di indonesia;tank u all

  17. ayam parung on said:

    Klu komposisi pakan racikan kita kasih bekatul pada 60% ,jagung 20% ,tepung ikan 5% dan bungkil kedelai 15% boleh gak mas bro,,soalnya kandungan lemak naik menjadi 11% ,pengaruh gak ya ama ayam>.mhon sarannya??///??

  18. riki yudiandi on said:

    om mau nanya klo beli pakan jadi yang murah untuk ayam petelur, di daerah bandung dimna.. tolong rekomendasi ? karena untuk sekarang saya besar pengeluaran daripada pemasukan… dengan mempunyai ayam 1100 yg bertelur haya 30 kg/hari sedangkangkan pakan 1 kwintal/hari dengan harga 5000/kg…. mnta masukannya bwt teman2 yang lebih berpengalaman..? thanks b4…

  19. bagi yg membutuhkan pakan ternak bebek,ayam, dan ikan serta cangkang kepiting atau rajungan (untuk bebek dan ayam petelur) juga tersedia tepung roti untuk pakan alternatif. segera hubungi no. 082335713456 via call/sms, Harga Murah,terjangkau dan kualitas tak kalah dengan pabrik .Trims

  20. hasan on said:

    saya mau mencoba,cara meracik sendiri tapi gmana carax

  21. bambang on said:

    selamat siang gan ,mo nanya ni gmna cranya meningkatkan produksi telur yg baik,menambah ukuran telur ayam dan membikin racikan pakan ayam sendiri sehemat mungkin tpi bisa mendapatkan hasil yg memuaskan,,mohon infonya ya gann,.
    bagi semua peternak semoga sukses sellu

  22. Wah keren, bisa bikin pakan sendiri..

  23. Dhivieand on said:

    Gan untuk presentase masa starter grower dan dvlper komposisi racikannya berapa y gan,,,semoga diberi kesenggangan waktu untuk menjawabnya,,,tq,,,

  24. dharma05 on said:

    salam sukses um,,,,
    Saya mau tanya um,,kalau makan ayam petelur 100% murni semua nya dari bekatul+tepung jagung+tepung ikan%tepung kulit telur atau ada tambahan nasi nya tidak um,,,?
    mohon penjelasan mengenai dampak nya bila d beri campuran nasi bekas ,,?
    TERIMA KASIH

  25. afif on said:

    SAYA KURANG PAHAM membuat pakan sendiri sy memiliki ayam petelur 180 ekor krna harga kosentar di sini mahal 50 kg = 400.000 belum dedak sm jagungx gmn sich biar usaha sy putaranx kembali ke pokok sj buat pakan ke untunganx minim.

  26. abdullah on said:

    mas saya mau tanya klau untuk itikx ayam petellur apa tidak bisa membuat sendiri,, atau membuat por ayam

  27. saya mau tanya ni,bagaimana cara membuat ramuan makanan anak ayam dan ayam yg sedang bertelur?

    • Yang diposting kan ramuan sendiri. Kalau untuk anak ayam, tentu saja gizi-nya harus lebih baik (masa pertumbuhan). Pakan starter (0-6 minggu). Kalau untuk anak ayam petelur, sy belum pernah buat sendiri.

  28. artikelnya bagus sekali
    bagi agan yang minat saya jual pakan puyuh petelur murah prptein 20-22
    hub :081325534440 sdr taufik siap kirim

  29. singgih tricahyono MP. Spt on said:

    Kebutuhan protein ayam 28%-32% jika pemakaian konsentrat sampai 50% itu konyol dan menyesatkan. Perbandingan yg dianjurkan saja.. konsentrat 35%, jagung 50%, dedak15%.

  30. sy lg perlu bnyk kebutuhan dedak yg kw no 1

  31. Anny on said:

    GImana cara Supaya sehari bertelur 2 Butir ya?

  32. posisi dimana gan

  33. pak mau naya ..
    bibitya ayam di beli d mana ya..
    minta sran ya jg z pak klo pmuala seperti sy .. apa harus beliya dri kecil ato yng siap betelor??

  34. pak bikin grup di fb dong biar sharingnya mudah..
    saya mau nanya nanya pemula..

  35. Mas saya butuh ayam yang siap betelor atau usia 16 minggu , mohon infonya

  36. yang membutuhkan asam amino (lysin,threonin,tryptopan dan methionin) bisa hub saya di 081334512765

  37. mas saya pemula untuk ayam petelur, sudah mempunyai 300 ekor ayam.. makin hari makin mahal harga pakan ayam petelur. saya berencana ingin membuat sendiri seperti mas ini. tapi kurang paham.. bisa saya minta no. HP nya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: