Puyuh dan Kefir

Berapa Gram Pakan Per Hari untuk Puyuh Cortunix Japonica?

Untuk seorang peternak puyuh, 1 gram atau seperseribu kilogram pakan jelas memiliki arti tidak kecil.  Burung Puyuh yang umum diternakkan adalah puyuh jepang atau dikenal dengan nama Cortunix Japonica.  Kebutuhan puyuh ini, sehari adalah 22-23 gram menurut Puyuh Jaya yang mengutip pakar unggas IPB yang bergelar lengkap.  Jadi tidak perlu diragukan lagi.

Namun, bagi peternak 1 gram pakan puyuh jelas memiliki arti.  Umpama kita punya 1000 ekor puyuh, maka jika bisa hemat 1 gram saja satu hari, berarti 1 kg per hari x Rp 5400 (harga pakan puyuh/kg).  Setahun sudah hampir 2 juta rupiah.  Ini bukan angka yang kecil.  Apalagi jika bisa menghemat 2 atau 3 gram per hari, maka jumlahnya sudah hampir 500 ribu per bulan.

Bisakah pakan puyuh hanya 15 gram per hari?.

Kalau memang kebutuhan pakan puyuh bisa hanya 15 gram per hari atau kurang lebih biaya pakan sebesar Rp 81 (untuk pakan pabrik dengan harga 270 ribu/50 Kg).  Sampai saat ini, saya belum bisa menurunkan penggunaan pakan dari rata-rata 22 gram per hari menjadi sebesar 15 gram per hari.  Menurut beberapa site yang saya kunjungi, al. pada Forum Kerjasama Agribisnis, menjelaskan pada artikel Agroindustri Telur Puyuh Yang Stabil, melakukan perhitungan dengan beban berat pakan 15 gram per puyuh per hari.  Demikian juga pada site mengenai Japanasequail, kebutuhan puyuh dewasa adalah 14-18 gram per hari atau di sebuah situs Kenya, kebutuhan puyuh jepang dewasa adalah 17 gram per hari.

Kalau begitu, mana yang benar?.

Bukankah sekarang saja, dengan 22 gram per hari per puyuh, sore atau malam tempat pakan puyuh sudah kosong melompong?.

Tidak mudah mengambil keputusan.  Sebuah keputusan yang keliru, tentu akan memerosotkan hasil produksi harian.  Jadi, ini harus dipertimbangkan seksama.

Program Pengurangan Pakan Puyuh.

Puyuh yang diuji kurang lebih 1500 ekor, dengan kebutuhan pakan sebanyak 34 Kg per hari (22 gram per puyuh per hari).  Dari 1500 ekor ini, sekitar 500 ekor sewaktu usia belum bertelur, pakannya relatif kurang (kurus-kurus) dan kemudian dibina dengan pemberian pakan tanpa batas (ad libitum). Lima ratus ekor berikutnya sudah mendapatkan pakan 22 gram per hari secara ketat dan sudah bertelur 75%, Empat ratus ekor baru belajar bertelur, dan 200 ekor baru berusia 35 hari dan sudah mendapatkan pakan yang sama dengan yang sudah bertelur aktif.

Dengan pertimbangan efisiensi, saya canangkan untuk mengubah porsi pakan puyuh dari 22 gram per hari diturunkan secara bertahap ke 18 gram per hari.  Agak ngeri juga kalau diturunkan drastis, bisa-bisa puyuh-puyuh ini pada ngambek.  Beberapa langkah yang dilakukan adalah :

  • Mengubah jam pemberian pakan untuksementara.  Biasanya saya berikan jam 9 pagi dan jam 15.00 sore.  Kemudian saya ubah jam 10-10.30 dan jam 15.30.  Komposisi pemberian pakan pun diubah dari 50% pagi dan 50% sore, menjadi 45% pagi dan 55% sore.
  • Untuk mendukung program, saya tambahkan probiotik CG (Chiken Growth), sejenis dengan probiotik EM4 yang sudah amat dikenal.  Perubahan pemberian pakan saya lakukan bertahap saja, tiap dua hari sekali, saya kurangi jatah pakan sebanyak 1 gram per ekor.
  • Pada posisi pemberian pakan 20 gram per hari, saya pertahankan selama 1 minggu.  Minggu berikutnya, saya turunkan lagi satu gram.  Pada minggu ke 4 pemberian pakan sudah ada pada angka 18 gram per hari.

Hasil pengurangan.

  • Dari 1500 ekor ini, jumlah telur yang dihasilkan relatif sama dengan pemberian pakan 22 gram per hari.  Ada beberapa kandang yang menghasilkan produktifitas relatif tinggi (80-90%) dan setelah dilakukan pengurangan hasilnya pun relatif sama.
  • Dengan jumlah pakan sebanyak 18 gram per hari per ekor, masih ada kandang yang menghasilkan 90% bahkan ada yang beberapa selama 3 hari berturut-turut mencapai jumlah telur di atas 98%.  Namun, ada kandang yang dari awal hanya bertelur dengan produktifitas 60%, nyaris tidak beranjak ke yang lebih tinggi.
  • Ketika saya coba turunkan lagi dari 27 Kg per hari (atau 18 gram per ekor puyuh) menjadi 26 Kg, ada indikasi penurunan jumlah telur lebih dari 5% sehingga dengan saya segera kembalikan ke posisi 27 Kg lagi dan ditambahkan perangsang telur (egg stimulant).  Hasilnya relatif stabil, tapi juga penambahan jumlah telur dari yang baru bertelur berjalan tidak cepat.  Butuh waktu 2-3 minggu untuk mencapai produktifitas di atas 75%.
  • Secara ril, saya perhatikan dari 27 Kg/hari, sebenarnya masih ada pakan yang terbuang sebesar 1-1,5Kg per hari.  Jadi, pakan per puyuh sebenarnya  diperkirakan hanya 17-17,5 gram saja per hari.
  • Karena jumlah pakan terbatas, pada malam hari (sekitar jam 20 malam), nyaris seluruh pakan sudah habis total.  Saya kadang masih memberikan sedikit pakan (1-2 Kg) sebagai pengganti dari pakan yang berceceran.

Kesimpulan.

Jumlah pakan 18 gram per hari pada uji coba ini berada pada batas maksimum program penurunan pakan puyuh.

Butuh dukungan konversi pakan dengan probiotik agar nilai gizi yang dihasilkan tetap terpenuhi  (saya tambahkan probiotik em4 atau kadang juga saya gunakan susu kefir probiotik).

Jika tidak diberikan probiotik (pada hari-hari tertentu), saya tambahkan obat perangsang telur atau multivitamin untuk puyuh.

Bagi puyuh yang belajar bertelur dan mulai aktif bertelur dan sedari awal sudah diberikan pakan dengan ketat.  Program ini relatif berhasil, tetapi bagi puyuh yang sebelumnya diberikan ad libitum (tanpa batas), kemudian menjadi 22 gram per hari dan kemudian masuk ke program 18 gram per hari, perlakuan ketat ini rupanya masih belum mau diterima dengan baik.   Pakan puyuh yang diberikan jam 15.00 sore habis seusai magrib, dan setelahnya masih menunjukkan nafsu makan yang tinggi.   Sedangkan puyuh yang dari awal telah memasuki program 20 gram per hari, jauh lebih tenang dan pakan baru mulai habis setelah jam 20.30 malam sebelum lampu dimatikan.

Puyuh yang baru akan bertelur, mulai mengeluarkan telurnya pada hari ke 60.  Jadi, mulai bertelur usia 60 hari.   Jadi relatif  terlambat dua minggu dari puyuh dara yang biasanya sudah ada yang mulai bertelur pada usia 45-50 hari.

Penutup.

Saya masih belum begitu puas dengan hasil dari program penurunan jumlah pakan ini.  Apalagi program ini dijalankan berbarengan dengan perubahan komposisi campuran pakan sehingga hasilnya belum seperti diharapkan.  Maksudnya, jumlah telur yang dihasilkan setiap harinya tidak terlalu stabil.

Namun, satu hal yang bisa ditarik.  Kebutuhan pakan puyuh untuk dikurangi ke standar baru 18 gram per hari, tampaknya sangat mungkin.   Jika di awal 22 gram per hari menjadi 18 gram per hari, maka untuk seribu puyuh, ada penghematan setidaknya 4 Kg per hari,  atau Rp 22 ribu per hari (pada harga pakan pabrik Rp 5400/Kg – Juni 2013) atau untuk setahun ada penghematan mencapai Rp 8 Juta per tahun.  Bukan angka yang kecil.

 

This entry was published on June 22, 2013 at 4:43 pm. It’s filed under Puyuh and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

8 thoughts on “Berapa Gram Pakan Per Hari untuk Puyuh Cortunix Japonica?

  1. wah kemana tuh, td ada pertanyaan, kok dihapus????
    kenapa tidak dijawab pak?

  2. permisi kepada yg punya blog. boleh kah mengajukan pendapat?

  3. Ian Prabansa on said:

    Gan aq mau nanya nih,boleh gak pakan untuk anak ayam aduan diberikan untuk anakan puyuh? (Maaf melenceng dari pembahasan agan, tentang penguranagan pakan).

    • Wah Mas, saya belum punya pengalaman ini. Jadi tidak tahu apa bisa atau tidak. Kebutuhan anak ayam aduan, tentu untuk gesit, sehat, lincah, otot-ototnya terlatih. Sedangkan puyuh untuk meningkatkan daya tetas telur. Sepertinya ada kebutuhan yang berbeda. Tapi, saya kira semua anak ayam atau puyuh akan relatif sama, untuk pertumbuhan terlebih dahulu sebelum spesifikasi lanjutannya. Jadi, kemungkinan sih bisa. Toh anak puyuh juga butuh percepatan pertumbuhan. Mungkin sedikit berbeda kalau tujuannya untuk pedaging….

  4. kalau burung umur 2 minggu,pakannya berapa gram per hari?

  5. kalo diberi pakan ayam petelur gimana ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: